Sementara itu, di Sumbar tercatat 23 korban meninggal dan 12 masih hilang. Di Sumut, total korban meninggal sebanyak 35 orang dan 25 lainnya masih hilang. Kondisi ini menunjukkan perlunya kewaspadaan ekstra bagi masyarakat yang berada di wilayah rawan hujan lebat dan banjir.
Waspada Potensi Banjir dan Longsor
BMKG menekankan bahwa hujan lebat dapat memicu banjir dan tanah longsor, terutama di daerah yang memiliki kontur tanah rawan longsor dan sungai yang meluap. Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terbaru dan menyiapkan langkah-langkah antisipatif, seperti mengevakuasi diri dari lokasi rawan banjir atau tanah longsor.
Selain itu, pemerintah daerah dan BNPB terus menggiatkan koordinasi untuk menyalurkan bantuan, melakukan evakuasi, serta memastikan keselamatan warga. Masyarakat yang terdampak diimbau segera melapor jika membutuhkan bantuan darurat.
Informasi dan Mitigasi dari BMKG
BMKG juga menyarankan masyarakat untuk mengakses informasi prakiraan cuaca melalui aplikasi resmi dan media sosial BMKG, sehingga dapat merencanakan aktivitas sehari-hari dengan aman. Pemantauan hujan secara real-time membantu menilai risiko banjir dan potensi gangguan aktivitas transportasi serta pertanian.
“Peringatan dini ini penting agar masyarakat tidak lengah dan selalu siap menghadapi hujan lebat,” kata BMKG.
Dengan hujan sedang hingga lebat yang diprediksi berlangsung pada 29–30 November 2025, wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar masih harus berada dalam status Waspada.
Dampak bencana yang telah menelan banyak korban mengingatkan pentingnya kewaspadaan, mitigasi, dan koordinasi antar instansi. Masyarakat diimbau terus mengikuti informasi terbaru dari BMKG dan BNPB serta mempersiapkan langkah antisipatif untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga. (*/001)







