“Kondisi di lapangan masih labil. Tim gabungan bekerja maksimal tanpa henti untuk menuntaskan penyisiran dan memastikan seluruh korban dapat ditemukan. Kami mohon keluarga korban dan warga yang ingin melihat proses evakuasi agar menunggu di tempat yang aman. Serahkan semuanya kepada tim yang sudah terlatih. Keselamatan masyarakat adalah yang utama,” tegasnya.
Wako Hendri juga mengapresiasi kerja keras seluruh unsur yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Satpol PP Damkar, PMI, Basarnas, Dinkes, hingga para relawan yang sejak awal berada di lokasi bencana. Ia optimis penanganan lanjutan di area terdampak dapat berjalan cepat dan terkoordinasi.
Sementara itu Kapolres Padang Panjang, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro tinjau posko Tim Disaster Victim Identification (DVI) atau identifikasi korban bencana Kota Padang Panjang, Sabtu (29/11/20205).
Kapolres Kartyana mengungkapkan, korban yang ditemukan saat ini berada di ruang jenazah RSUD Padang Panjang, sedang diadakan proses identifikasi oleh Tim DVI gabungan.
Tim DVI Padang Panjang terdiri dari Biddokkes, dari Reskrim Polres Padang Panjang bidang identifikasi, dan dari RSUD.
Kapolres mengimbau kepada masyarakat yang keluarganya mungkin terkena sapuan bencana banjir bandang di Jembatan Kembar Silaing Bawah dan saat ini belum ditemukan, bisa mencari informasi di ruang jenazah RSUD. (*/001)







