Breaking News

Antisipasi Kelaparan: Dinsos Sumbar Kerahkan 605 TAGANA, 55 Dapur Umum dan Salurkan 8,6 Ton Beras untuk Korban Bencana

×

Antisipasi Kelaparan: Dinsos Sumbar Kerahkan 605 TAGANA, 55 Dapur Umum dan Salurkan 8,6 Ton Beras untuk Korban Bencana

Sebarkan artikel ini

PADANG, KabaTerkini.com — Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat bergerak cepat merespons kondisi bencana yang melanda sejumlah wilayah di 16 kabupaten/kota.

Kepala Dinas Sosial Sumbar, Saifullah, menyampaikan bahwa pihaknya telah mendirikan dua dapur umum provinsi serta mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk membuka 55 dapur umum tambahan guna memenuhi kebutuhan makan korban.

Selain itu, Dinas Sosial Provinsi juga telah mendistribusikan 8,6 ton beras, ditambah berbagai logistik penting untuk masyarakat. Bantuan tersebut tidak hanya disalurkan melalui jalur darat, tetapi juga melalui helikopter untuk daerah yang terisolasi.

Baca Juga  Tim SAR Temukan Satu Korban Pesawat ATR 42-500 di Jurang 200 Meter Lereng Gunung Bulusaraung 

Saifullah menjelaskan bahwa sebanyak 605 anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA) yang tersebar di 19 kabupaten/kota telah dikerahkan. Mereka membantu proses evakuasi, penyaluran bantuan, pendirian dapur umum, hingga layanan dukungan psikososial, sesuai kebutuhan masing-masing daerah.

“Semua personel TAGANA sudah bergerak. Mereka bekerja siang dan malam mendampingi masyarakat. Ini bentuk kehadiran negara di tengah bencana,” ujar Saifullah.

Selain penanganan langsung, Dinas Sosial Sumbar juga telah menghimpun donasi, termasuk pakaian layak pakai, serta turut bergotong royong membantu masyarakat terdampak, baik di lapangan maupun melalui dukungan logistik.

Baca Juga  Dharmasraya Pecahkan Rekor Dunia, 3.380 Alat Musik Tradisional Talempong Pacik Bergema di Sport Center Koto Padang

Saifullah menegaskan bahwa koordinasi antara provinsi, kabupaten/kota, dan para relawan terus diperkuat untuk memastikan bantuan tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran. “Kami bekerja total. Prioritas kita adalah keselamatan, kebutuhan dasar, dan pemulihan awal masyarakat,” katanya. (*/001)