Ketika bahaya dalam rumah tangga Farah menjadi nyata dan nyawa putrinya mulai terancam, Ustaz Irfan tahu bahwa sebagai orang tua, ia harus maju ke depan. “Sebagai orang tua, kita harus bijaksana menempatkan diri. Apalagi kalau hubungannya sudah menyangkut nyawa anak. Di situ, orang tua harus hadir,” kata Alfie, mencerminkan kompleksitas peran yang ia mainkan.
Dalam film ini, penonton akan melihat bagaimana Ustaz Irfan, dengan kebijaksanaannya, mencoba memberikan kebebasan pada Farah. Namun, pada akhirnya, ia harus berhadapan dengan konflik batin antara keinginannya untuk memberi ruang dan tanggung jawabnya untuk melindungi anaknya.
Konflik Emosional yang Menyentuh Hati Penonton Wanita Ahli Neraka bukan sekadar film horor, tetapi juga kisah tentang bagaimana cinta dan tanggung jawab sebagai orang tua kadang harus bertarung dengan prinsip. Karakter Ustaz Irfan menggambarkan sisi bijaksana seorang ayah, yang berusaha menjaga keseimbangan antara memberi ruang pada anaknya dan melindungi ketika keadaan sudah tak terkendali.
Konflik emosional ini membuat peran Alfie Alfandy semakin terasa dekat dan menyentuh, khususnya bagi para penonton yang memahami pentingnya peran ayah dalam kehidupan keluarga.
Untuk Anda yang belum menyaksikan Wanita Ahli Neraka, masih ada kesempatan untuk menonton Film Wanita Ahli Neraka di beberapa layar dan kota, siap membawa penonton pada perjalanan penuh ketegangan dan pelajaran hidup. Saksikan bagaimana sosok ayah yang bijaksana ini berjuang melindungi putrinya dalam dunia yang tak pernah ia bayangkan. (*/001)