Penampilan Alisha itu pun tak luput dari seorang perempuan yang dengan mata berkaca-kaca berdiri di sudut Masjid Nurul Iman. Perempuan yang tengah berbangga hati sekaligus terharu itu adalah Fitri Hayati yang tak lain adalah ibunda Si Kecil Alisha.
“Sebagai orangtua, saya sangat terharu. Alisha masih kelas 1 SD, tapi sudah punya semangat besar untuk menghafal Al-Quran. Saya berharap ini menjadi awal yang baik baginya untuk terus mendalami Al-Quran,” ujar Fitri penuh kebanggaan, saat diwawancarai.
Semangat dan kepercayaan diri Alisha menjadi bukti bahwa Gebyar Ramadan bukan sekadar perlombaan, tetapi juga wadah melahirkan generasi cinta Al-Quran sejak dini.
Suasana Masjid Raya Ganting semakin terasa syahdu dengan suara lantunan ayat suci dari para peserta. Di usianya yang masih belia, Alisha telah memberi inspirasi besar bahwa mencintai Al-Quran bisa dimulai sejak kecil, dan keberanian untuk tampil adalah bagian dari perjalanan menjadi hafizah sejati. (*/001)