Selain mahasiswa, massa juga datang dari para driver ojek online (ojol). Aksi yang dimulai sekitar pukul 16.10 WIB itu sempat ricuh, saat massa memaksa hendak masuk gerbang Mapolda.
“Kita ingin bertemu Kapolda. Mana Kapoldanya, kenapa tidak mau turun. Temui kami disini,” teriak Devan, salah satu peserta aksi yang menggunakan jaket almamater Universitas Andalas itu.
Massa kemudian melempari petugas kepolisian yang berjaga dengan botol minuman. Aksi lempar-lemparan berlangsung hingga pukul 18.00 WIB, saat sejumlah petugas melakukan upacara penurunan bendera. Baik polisi maupun massa kemudian melakukan hormat bendera.
Orasi-orasi kemudian berlanjut, hingga akhirnya terdengar suara Azan Magrib. Meski demikian, massa masih bertahan di lokasi. Mereka menuntut bertemu dengan Kapolda, yang sejak sore belum menemui massa. (*/001)