Laporan – Devi Triana, S.Pd. (Guru SMP Islam Al Ishlah Bukittinggi)
BUKITTINGGI, KabaTerkini.com – Sabtu, 23 Mei 2026, menjadi hari yang akan lama dikenang oleh keluarga besar SMP Islam Al Ishlah.
Di Aula Student Centre Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek (UIN SMDD) Bukittinggi, sekolah yang dinaungi Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Ishlah ini menggelar Wisuda Tahfizh dan Perpisahan Generasi ke-19 dengan penuh kebanggaan.
Di tengah semarak acara itu, sebuah kabar membanggakan turut disampaikan: SMP Islam Al Ishlah resmi dinobatkan sebagai peraih peringkat pertama Asesmen Sekolah Berstandar Nasional (ASBN) 2026, mengungguli 16 SMP Negeri dan Swasta lainnya se-Kota Bukittinggi.
Kehadiran dua kabar gembira dalam satu hari seolah menjadi penegasan bahwa visi sekolah Islam yang unggul dengan kuat ilmu, kuat iman bukan sekadar impian. Ratusan tamu memadati aula, mulai dari Fachrul Razi, SE., MM., Camat Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Aswardi, S.Pd., M.Pd., perwakilan Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi, Zulhelmi, SE., MM., Pembina YPI Al Ishlah, hingga para orang tua, tokoh masyarakat, dan undangan kehormatan lainnya yang turut menyaksikan momen bersejarah tersebut.
Di hadapan hadirin, Kepala SMP Islam Al Ishlah, Busyra, S.Pd., dengan penuh rasa syukur menyampaikan bahwa prestasi ASBN peringkat pertama tahun 2026 ini adalah bukti konkret bahwa kualitas SMP Islam Al Ishlah setara bahkan melampaui standar terbaik.
Ia menjelaskan, keberhasilan ini merupakan buah dari perjuangan luar biasa para siswa kelas 9 yang secara bersamaan harus menguasai 16 mata pelajaran (umum dan program khusus) sambil terus mengokohkan hafalan Al-Qur’an mereka. Semua itu terwujud berkat sinergi yang solid antara para ustadz-ustadzah dan keterlibatan aktif orang tua siswa.
Kepada para wisudawan, Busyra menitipkan pesan yang menggetarkan hati: “Wisuda Tahfidzh SMP Al Ishlah ini bukan akhir dari sekolah. Teruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tetap semangat belajar, jaga akhlak, dan harumkan nama sekolah serta keluarga.” Kata-kata itu menjadi kompas bagi generasi muda yang kini melangkah ke babak kehidupan yang lebih luas.
Rasa haru dan terima kasih turut diungkapkan oleh perwakilan orang tua siswa, Rina, S.Pd., M.Pd. Ia menyebut para pendidik di SMP Islam Al Ishlah sebagai manusia-manusia luar biasa yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan menyirami jiwa anak-anak dengan nilai-nilai kebaikan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh majelis guru SMP Islam Al Ishlah yang telah mendidik anak-anak kami dengan sabar. Semoga anak-anak kami menjadi generasi yang saleh dan salehah serta selalu berbakti kepada kedua orang tua,” tuturnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Sebanyak 199 wisudawan Generasi ke-19 membawa serta catatan hafalan yang beragam, sebuah gambaran nyata dari ikhtiar yang berbeda-beda namun sama-sama bernilai.
Seorang siswa berhasil menghafal 15 juz, sementara masing-masing satu siswa menorehkan 13 juz dan 11 juz. Sejumlah siswa lainnya mencapai 10 juz (3 orang), 9 juz (2 orang), dan 8 juz (4 orang). Di kisaran 6 hingga 7 juz, tercatat 9 siswa menyelesaikan 7 juz dan 7 siswa merampungkan 6 juz.
Sebagian besar wisudawan berhasil menghafal antara 2 sampai 5 juz: 20 siswa menuntaskan 5 juz, 59 siswa meraih 4 juz, 81 siswa menyelesaikan 3 juz, dan 12 siswa menggenapi 2 juz. Keragaman pencapaian ini justru menjadi kekuatan sistem pendidikan SMP Islam Al Ishlah yaitu sebuah sistem yang merayakan setiap langkah kemajuan dan tidak pernah meremehkan satu pun usaha siswanya.
Momen paling menyentuh hadir ketika satu per satu wisudawan Generasi 19 maju untuk menyematkan mahkota ke kepala orang tua mereka. Tangis bahagia tak terbendung memenuhi ruangan, menjadi saksi betapa hafalan Al-Qur’an bukan hanya mahkota bagi sang anak, tetapi juga kemuliaan bagi seluruh keluarga.
Kabar menggembirakan lainnya menyertai: sejumlah wisudawan Generasi 19 telah berhasil diterima di SMA Negeri dan Swasta favorit melalui jalur prestasi akademik dan tahfizh, baik di Sumatera Barat maupun di Pulau Jawa, membuktikan bahwa Al-Qur’an benar-benar membuka jalan bagi penghafalnya.
Kemeriahan wisuda semakin berwarna dengan penampilan seni dan budaya dari perwakilan siswa kelas 7, 8, dan 9, mencakup tambua, tari pasambahan, silat, solo song, dan atraksi lainnya. Penampilan ini menegaskan komitmen SMP Islam Al Ishlah dalam membekali siswanya secara menyeluruh, tidak hanya cerdas di kelas dan kuat dalam hafalan, tetapi juga terampil mengekspresikan diri dan mencintai budaya.
Acara ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan kepada siswa kelas 9 yang berprestasi di bidang akademik dan non-akademik, disaksikan oleh orang tua yang tidak mampu menyembunyikan senyum kebanggaan. Sesi foto bersama menjadi penutup yang menghangatkan, mengabadikan kenangan indah antara siswa, guru, dan keluarga dalam satu bingkai persaudaraan yang tulus.
Dengan dua mahkota kebanggaan di tangan—juara pertama ASBN dan wisuda 199 hafidz-hafidzah—SMP Islam Al Ishlah sekali lagi membuktikan diri sebagai kiblat pendidikan Islam di Kota Bukittinggi. Sekolah ini bukan sekadar tempat belajar, melainkan ladang persemaian generasi: tempat di mana akal diasah, hati ditempa, dan Al-Qur’an menjadi pondasi kokoh bagi setiap langkah menuju masa depan. (*/001)












