Simfoni Pemulihan Bentala
Oleh: Zaira Latifa Putri
Bagaskara sirna di ujung nirwana
Tiupan angin menghentakkan jiwa
Berganti puing duka buana
Berlalu pedih dalam peristiwaKhalayak tamak mulai sengketa
Mesin bergilir membombardir
Keserakahan membabi buta
Insan tak bersalah tersingkirBumi pertiwi nelangsa menangis
Dikepung asap sesak tiada ampun
Mendapati nasib bengis
Atas imbas luruhnya santunGuna kelak bentala pulih
Berkenanlah merawat alam
Agar nestapa bumi menepih
Laksana senandung alam nan tenteram…Pecundang di Negeri Sendiri
Oleh: Zaira Latifa Putri
Engkau patriot pahlawan bangsa
Berjuang membela negara
Tidak peduli timah panah menghujani tubuhmu
Kau terus berjuang tanpa rasa raguSekarang Indonesia sudah merdeka
nyatanya, bumi pertiwi masih merana
Katanya Indonesia sudah merdeka
nyatanya, rakyat masih menderita
Katanya kita negara kaya
nyatanya, rakyat masih hidup terlunta-luntaSungguh, miris sekali Negeri ini
Uang rakyat hanya dinikmati tikus-tikus berdasi
Suap menyuap hal yang biasa di Negeri ini
Sila keadilan adalah sebuah teori
yang enggan berpihak pada rakyat sendiri
Dan akhirnya..
Mereka menjadi pecundang di Negeri sendiri.Mau dibawa kemana Negeri ini?
Penderitaan enggan beranjak pergi
Merdeka, tapi terjajah di Negeri sendiri
Karena semuanya cuma dusta yang dibalut janji
Mereka berlindung dibalik topeng malaikat
tapi, berhati keji…
BIODATA:
Nama saya Zaira Latifa Putri, saya murid di SMP Negeri 2 Bukittinggi. Umur saya 14 tahun. Saya lahir tanggal 6 Juni 2011, sekarang sekarang berada di kelas VIII.1
Saya pernah ikut lomba puisi juara 3, lomba mewarnai kaligrafi juara 2, lomba mengarang cerita Bung Hatta di rumah Bung Hatta, dan lomba berpuisi di SDN 08 Tarok Dipo. Pengalaman saya ikut bbm ( belajar bersama museum). Saya masuk nominasi menulis surat untuk guru Se-sumbar 2025. Di sekolah SMP Negeri 2, saya menerbitkan berbagai karya buku. Salah satu pemenang resensi buku nusantara terbaik lokakarya tahun 2025.












