PADANG, KabaTerkini.com – Polisi memastikan ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang tidak ada hubunganya dengan aksi terorisme, namun murni ulah siswa yang diduga korban bullying.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Susmelawati Rosya mengatakan, kasus peledakan bom rakitan berdaya ledak rendah (low explosive) di MAN 3 Kota Padang tidak berkaitan dengan jaringan terorisme. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aksi siswa berinisial R tersebut dipicu rasa sakit akibat perundungan yang sering diterimanya.
“Sampai saat ini motifnya bullying. Dan ini perlu kami tegaskan juga, tidak ada hubungannya dengan jaringan terorisme. Ini murni karena korban bullying dari teman-teman sekelasnya,” katanya.
Susmelawati mengatakan anak terduga pelaku tersebut diamankan bersama sejumlah barang bukti. Total ada 19 item barang yang berkaitan dengan peledakan tersebut yang diamankan.
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi juga mengetahui bahwa R mempelajari cara merakit bom secara otodidak melalui internet.
“Dia mempelajarinya melalui Instagram, YouTube, dan internet secara otodidak. Bahan-bahannya juga dia pelajari dari sana,” ujarnya.
Meski telah diamankan, status hukum R saat ini masih sebagai anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) dan belum ditetapkan sebagai tersangka.
Saat ini penyidik masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk memeriksa kondisi psikologis.
Polda Sumbar bersama Polresta Padang telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara gabungan yang melibatkan Tim Inafis Polda Sumbar, Polresta Padang, serta mendapat asistensi dari Densus 88 Satgas Sumatera Barat. (*/002)












