PADANG, KabaTerkini.com – Dampak banjir yang melanda Kota Padang pada 3 Agustus 2026 mendapat perhatian serius dari Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Alam Wilayah Sumatera.
Hal itu mengemuka dalam audiensi Wali Kota Padang, Fadly Amran, bersama Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Satgas PRR Pascabencana Alam Wilayah Sumatera, Brigjen Pol Yopie Indra Prasetya Sepang, beserta anggota tim di Gedung Putih, Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa (11/08/26).
Usai audiensi, Satgas PRR bersama Wali Kota Padang dan jajaran meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir cukup parah di Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, yakni Lapau Munggu RT 01 dan RT 02 RW 06 serta kawasan Guo RT 03 RW 06. Peninjauan juga dilakukan ke kawasan By Pass Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah.
Fadly Amran menyampaikan, banjir 3 Agustus 2026 merupakan kejadian kedua setelah Kota Padang dilanda bencana hidrometeorologi pada November 2025. Kondisi ini menunjukkan masih adanya titik rawan yang membutuhkan penanganan pemerintah pusat, sehingga usulan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) perlu diperbarui agar mencakup seluruh kawasan terdampak. (*/001)












