PASAMANBARAT, KabaTerkini.com – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat pertama menggelar Pemilihan Walinagari (Pilwana) secara Serentak 2026. Pilwana tahun ini juga perdana dengan pencoblosan menerapkan sistem elektronik (e-voting).
Lalu apa itu sistem e-voting Pilwana dan bagaimana caranya?
Cara e-Voting Pilwana sebetulnya bukan hal baru lagi. Ribuan desa secara nasional sudah menerapkan sistem e-Voting dalam proses pemilihan kepala desanya, atau di Sumatera Barat, kepala desa itu sama dengan walinagari.
Cara e-voting Pilkades/Pilwana menggunakan teknologi informasi untuk pemungutan suara digital yang cepat dan efisien. Prosesnya meliputi registrasi dengan KTP/undangan, menerima kartu pintar/token, memilih calon pada layar sentuh, dan menerima struk bukti cetak yang dimasukkan ke kotak suara.
Sistem ini memastikan transparansi dan mengurangi kecurangan, serta hasil penghitungan suara dapat langsung diketahui.
Berikut adalah tahapan mendetail cara e-voting Pilwana:
-
Registrasi dan Verifikasi: Pemilih datang ke TPS membawa undangan atau KTP, lalu melakukan registrasi di meja panitia untuk memverifikasi data dalam DPT.
-
Penerimaan Kartu Pintar/Token: Setelah registrasi berhasil, panitia akan memberikan kartu pintar (barcode/RFID) yang akan digunakan untuk mengaktifkan alat pemungutan suara.
-
Proses Pemungutan Suara (Bilik E-Voting):
-
Pemilih menuju bilik suara dan menempelkan/memasukkan kartu pintar ke alat pembaca kartu (barcode scanner). Layar komputer/layar sentuh akan menampilkan daftar calon kepala desa. Pemilih menyentuh foto atau nama calon yang dipilih. Layar akan menampilkan konfirmasi pilihan (ya/tidak) untuk memastikan pilihan sudah benar.
-
Pencetakan Bukti: Setelah memilih, alat akan mencetak struk/bukti fisik yang berisi pilihan pemilih.
-
Penyelesaian: Pemilih mengambil struk fisik, memasukkannya ke kotak suara sebagai audit internal, lalu mencelupkan jari ke tinta sebagai tanda telah memilih.
Keunggulan E-Voting Pilwana:
-
Efisiensi Waktu: Penghitungan suara dilakukan secara otomatis oleh sistem, jauh lebih cepat daripada manual.
-
Transparansi & Akurasi: Mengurangi risiko kesalahan manusia dan manipulasi surat suara.
-
Efisiensi Biaya: Mengurangi penggunaan kertas (paperless).
Sistem ini umumnya menggunakan perangkat yang dikembangkan oleh institusi seperti BRIN (sebelumnya BPPT) yang telah digunakan di ribuan desa di Indonesia. (*/001)












