Pasaman BaratNagariTerkini

Aia Bangih Baralek Gadang Lewakan Pucuak Adat Aulia Amri Bergelar Sutan Kerajaan

×

Aia Bangih Baralek Gadang Lewakan Pucuak Adat Aulia Amri Bergelar Sutan Kerajaan

Sebarkan artikel ini

PASAMANBARAT, KabaTerkini.com –Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mengapresiasi pengukuhan Aulia Amri bergelar Sutan Kerajaan sebagai Pucuak Adat Nagari Aia Bangih melalui prosesi Palewaan Pucuak Adat yang digelar dalam rangkaian Aia Bangih Baralek Gadang di Rumah Gadang Pucuak Adat Nagari Aia Bangih, Kecamatan Sungai Beremas, Kamis (16/7). Pemkab menilai penguatan kelembagaan adat menjadi fondasi penting dalam menjaga nilai-nilai budaya sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Prosesi pengukuhan ditandai dengan pemasangan saluak dan keris oleh Rang Tuo Rajo sebagai simbol penyerahan amanah kepemimpinan adat. Acara dihadiri Gubernur Sumatra Barat yang diwakili Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Jasman Datuak Bandaro Bendang, Anggota DPRD Provinsi Sumatra Barat, Bupati Pasaman Barat yang diwakili Sekretaris Daerah Doddy San Ismail, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pasaman Barat Muharram, Camat Sungai Beremas, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, serta unsur masyarakat lainnya.

Baca Juga  Baznas Dharmasraya Tetapkan Zakat Fitrah dan Fidiyah 1447H/2026, Ini Besaranyan!

Mewakili Bupati Pasaman Barat, Sekda Doddy San Ismail menyampaikan rasa bangga atas tegaknya kembali payung adat di Nagari Aia Bangih. Menurutnya, pemerintah, tokoh adat, dan alim ulama memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun daerah.

“Pemerintah membangun infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, dan fasilitas umum. Ninik mamak menjaga moral, tanah ulayat, serta kebersamaan anak kemenakan, sedangkan alim ulama membentengi masyarakat dengan nilai-nilai syariat dan agama,” ujarnya.

Ia menegaskan, seorang Pucuak Adat memiliki tanggung jawab besar sebagai pelindung dan tempat bermusyawarah bagi anak kemenakan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memandang keberadaan tokoh adat sebagai mitra strategis dalam menyukseskan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

“Roda pemerintahan dan pembangunan di Pasaman Barat tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan tokoh adat dan pemuka agama,” katanya.

Sekda berharap pengukuhan Aulia Amri bergelar Sutan Kerajaan semakin memperkuat komunikasi, sinergi, dan silaturahmi antara ninik mamak dengan pemerintah nagari, kecamatan, hingga kabupaten demi kemajuan Pasaman Barat.

Baca Juga  Menteri PU Ground Breaking Pembangunan Sabo Dam di Tanah Datar dan Agam

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Sumatera Barat Jasman Datuak Bandaro Bendang menyampaikan ucapan selamat kepada Aulia Amri Sutan Kerajaan. Ia menilai prosesi palewaan merupakan bagian penting dalam menjaga kelestarian adat Minangkabau yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Menurutnya, kekompakan masyarakat Aia Bangih dalam menjaga adat patut diapresiasi dan diharapkan menjadi teladan bagi nagari lain di Sumatra Barat.

Ketua Panitia Ahdiyarsyah Sutan Nan Gombang menjelaskan, Palewaan Pucuak Adat merupakan prosesi sakral yang dilaksanakan berdasarkan hasil musyawarah Rang Tuo Rajo untuk melanjutkan kepemimpinan pucuak adat. Kegiatan yang dikemas dalam tajuk Aia Bangih Baralek Gadang itu juga bertujuan melestarikan adat sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar memahami nilai-nilai adat sebagai identitas masyarakat Minangkabau. (*/001)