PADANGPARIAMAN, KabaTerkini.com — Harapan masyarakat pesisir Kabupaten Padang Pariaman untuk memiliki kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) semakin mendekati kenyataan. Sebanyak lima Kampung Nelayan Merah Putih di tiga kecamatan segera memasuki tahap pembangunan dan ditargetkan mulai dikerjakan pada awal September 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Padang Pariaman, Alfian, kepada Bupati Padang Pariaman setelah mendampingi Tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI bersama PPK dan kontraktor pelaksana dalam rangka persiapan lanjutan pembangunan KNMP di lima lokasi, Minggu (23/08/26).
Lima lokasi tersebut yakni KNMP Nagari Seulayat Ulakan dan Nagari Mangopoh Palak Gadang di Kecamatan Ulakan Tapakis, KNMP Nagari Pilubang dan Nagari Koto Tinggi Kuranji Hilir di Kecamatan Sungai Limau, serta KNMP Nagari Gasan Gadang di Kecamatan Batang Gasan.
Menurut perwakilan PPK Kementerian Kelautan Abdul Razak dan Perikanan RI, dari lima lokasi tersebut, empat lokasi telah selesai proses penetapan pemenang pekerjaan, sehingga setelah proses administrasi dan persiapan lapangan rampung, pengerjaan fisik dapat segera dimulai.
Sementara itu, KNMP Nagari Seulayat Ulakan saat ini masih dalam proses penetapan pemenang. PPK menyampaikan bahwa proses tersebut terus berjalan dan diharapkan dapat segera dituntaskan, sehingga seluruh lokasi dapat memasuki tahapan pekerjaan sesuai jadwal.
“Untuk empat lokasi sudah ditetapkan pemenangnya. Sedangkan Nagari Seulayat masih dalam proses penetapan pemenang. Insyaallah, awal September sudah mulai masuk pengerjaan awal,” jelas perwakilan PPK.
Dengan demikian, pembangunan lima KNMP tersebut secara bertahap segera memasuki tahap pelaksanaan di lapangan, dengan dukungan kontraktor pelaksana yang telah ditetapkan pada empat lokasi dan proses pengadaan yang masih berjalan untuk Nagari Seulayat.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Padang Pariaman, Alfian, menyebutkan bahwa penetapan lima calon lokasi KNMP tersebut telah memiliki landasan resmi melalui Keputusan Ketua Satuan Tugas Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2026 Nomor 1 Tahun 2026 tentang Calon Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Tahap I Tahun 2026.
Kegiatan persiapan pembangunan tersebut turut dihadiri PPK dan Tim KKP, kontraktor pelaksana pembangunan KNMP beserta tim, jajaran Dinas Perikanan khususnya Bidang Perikanan Tangkap dan penyuluh perikanan, para camat, wali nagari beserta perangkat, Ketua Bamus, Ketua dan pengurus KDMP, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat yang terdiri dari Ketua KAN, pemangku adat, ninik mamak, wali korong, ketua pemuda dan anggota nelayan.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyambut baik terealisasinya program tersebut. Ia menegaskan, hadirnya lima KNMP merupakan buah dari kegigihan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam memperjuangkan program tersebut kepada pemerintah pusat.
“Ini menjadi nyata setelah kita berulang kali mengajukan dan memperjuangkannya dengan gigih. Alhamdulillah, sekarang lima lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Padang Pariaman segera diwujudkan,” ujar Bupati.
Bupati berharap keberadaan KNMP tidak hanya menjadi pusat aktivitas masyarakat nelayan, tetapi juga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir Padang Pariaman.
Menurutnya, kawasan tersebut ke depan dapat dikembangkan secara terpadu, tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan destinasi wisata pesisir yang memberikan dampak ekonomi lebih luas bagi masyarakat.
“Kita berharap Kampung Nelayan Merah Putih ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir. Kalau dikelola dengan baik, kawasan ini juga bisa berkembang menjadi destinasi wisata baru yang pada akhirnya menggeliatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.
Dengan dimulainya pekerjaan pada awal September 2026, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap pembangunan lima Kampung Nelayan Merah Putih ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan sekaligus mempercepat pengembangan kawasan pesisir yang produktif, mandiri dan bernilai ekonomi.
Lima kampung nelayan, tiga kecamatan, satu harapan: menghadirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat pesisir Padang Pariaman. (*)












