EkonomiBukittinggi

Kemen-Ekraf Bekali UKM Bukittinggi Cara Desain Kemasan Produk Kekinian Sesuai Selera Pasar

×

Kemen-Ekraf Bekali UKM Bukittinggi Cara Desain Kemasan Produk Kekinian Sesuai Selera Pasar

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI, KabaTerkini.com – Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menggelar workshop desain kemasan dalam rangka percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera bagi para pegiat ekonomi kreatif di kota wisara itu.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Kamis, 27 Agustus 2026.

Direktur Arsitektur dan Desain, Kementerian Ekraf, Megawati Panjaitan, menjelaskan, kegiatan workshop dihadirkan sebagai bentuk kepedulian dan salah satu aksi nyata dari pemerintah dalam mendorong ekonomi pasca bencana bagi pegiat ekonomi kreatif di Bukittinggi. Kegiatan ini sebagai program berbasis kreativitas budaya dan desain dalam lingkup program Ekraf Peduli, yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif melalui Direktorat Arsitektur dan Desain dan bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan.

Baca Juga  Dirut Pertamina Raih Penghargaan Internasional Sebagai CEO Terbaik di Asian Excellence Award 2024 Hongkong

“Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta dari 3 subsektor, yakni kuliner, kriya dan fashion. Workshop akan terselenggara dalam 1 hari, dengan rangkaian pemaparan materi, dilanjut dengan studi kasus, praktek dan simulasi serta pemberian feedback kepada peserta,” ujarnya.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, Bukittinggi merupakan kota yang kaya akan keunggulan produk, seperti bordir, songket serta kerajinan tangan dan juga pada usaha dibidang kuliner. Wako berharap anak-anak muda maupun masyarakat dapat menciptakan ekonomi kreatif yang bisa mencapai pasar global.

Baca Juga  Lowongan BUMN Berlanjut! Giliran BRI Rekrutmen Besar-besaran D3 dan S1, Berikut Formasinya

“Kami melihat ekonomi kreatif yang dikembangkan oleh masyarakat menjadi salah satu hal yang penting bagi ekonomi Indonesia. Kita perlu menggali sejarah dan budaya dari apa yang ditekuni. Maka dengan adanya kegiatan workshop ini diharapkan peserta dapat mengikuti dengan serius,” ujarnya. (*/001)