JAKARTA, KabaTerkini.com – Inul Daratista mengungkap alasan dirinya konsisten menolak tawaran untuk terjun ke dunia politik. Pedangdut tersebut mengaku sudah beberapa kali mendapat tawaran untuk masuk parlemen hingga menduduki jabatan kepala daerah, tetapi memilih tetap menjadi warga biasa.
Melalui unggahan di media sosial, Inul mengatakan dirinya pernah mendapat tawaran dengan berbagai fasilitas menarik. Mulai dari dukungan politik, pendampingan atau mentoring, hingga gaji dan fasilitas yang disebut cukup menggiurkan.
Namun, berbagai tawaran tersebut tidak membuat Inul tertarik. Ia mengaku tidak ingin mengejar jabatan politik karena merasa lebih nyaman berada di posisi sebagai masyarakat biasa.
Inul juga menyadari bahwa dirinya tidak memiliki latar belakang pendidikan dan kemampuan yang menurutnya cukup untuk menjalankan tugas sebagai pejabat. Karena itu, ia memilih tidak memaksakan diri masuk ke dunia politik.
Selain persoalan kemampuan, Inul mengaku memiliki kekhawatiran terhadap dinamika politik. Ia takut hanya dimanfaatkan sebagai bagian dari kepentingan tertentu, terutama ketika situasi politik sedang tidak stabil.
Menurut Inul, dirinya tidak ingin menjadi “umpan politik” maupun pihak yang dikorbankan ketika terjadi persoalan. Karena alasan tersebut, ia merasa lebih baik tetap menjalani kehidupan sebagai warga biasa dan tidak mengejar jabatan.
Inul juga menceritakan bahwa pernah ada rekan sesama artis yang menyarankan dirinya untuk tidak terjun ke politik. Namun, menurut Inul, orang yang sama justru kemudian masuk ke partai politik dan mendapatkan jabatan.
Dalam pernyataannya, Inul turut menyoroti perilaku sejumlah pejabat yang menurutnya lebih mengutamakan gaya hidup mewah dibandingkan kepentingan masyarakat. Ia menilai jabatan seharusnya digunakan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan sekadar mengejar keuntungan pribadi.
Inul menegaskan bahwa kepentingan masyarakat seharusnya menjadi prioritas utama. Ia mempertanyakan kondisi ketika masyarakat masih menghadapi berbagai kesulitan, sementara ada pejabat yang justru memperlihatkan gaya hidup berlebihan.
Tak hanya mengomentari dunia politik, Inul juga menyampaikan dukungan moral kepada masyarakat yang akan mengikuti aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026. Ia berharap aspirasi yang disampaikan dapat benar-benar mendapatkan perhatian dan para peserta dapat kembali ke rumah dengan selamat.
Sikap Inul tersebut menunjukkan bahwa dirinya tetap memilih menyampaikan pandangan mengenai persoalan sosial dan politik dari luar lingkaran kekuasaan. Ia merasa dapat menyuarakan pendapat sebagai masyarakat tanpa harus memiliki jabatan politik.
Bagi Inul, tawaran jabatan dan fasilitas bukan alasan yang cukup untuk membuatnya mengubah pendirian. Ia lebih memilih menjalani kehidupannya sebagai warga biasa daripada mengambil risiko terlibat dalam dinamika politik yang menurutnya penuh kepentingan.
Inul Daratista mengaku pernah mendapat tawaran untuk masuk parlemen hingga menjadi kepala daerah, tetapi memilih menolaknya. Ia khawatir hanya menjadi bagian dari kepentingan politik atau pihak yang dikorbankan dalam situasi tertentu. (*/002)












