PeristiwaBREAKING NEWS

Saksi Mata: Ternyata Begini Kronologi Awal Mula Tabrakan Maut Kereta Api di Stasiun Bekasi

×

Saksi Mata: Ternyata Begini Kronologi Awal Mula Tabrakan Maut Kereta Api di Stasiun Bekasi

Sebarkan artikel ini

BEKASI, KabaTerkini.com Kecalakaan kereta api Argo Bromo menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur ternyata bermula dari adanya kecelakaan taksi listrik ditabrak KRL sebelumnya. Hal itu dibeberkan warga di sekitar stasiun yang menyaksikan peristiwa naas, Senin (27/4) malam itu.

Salah satu saksi mata yang tinggal di sekitar lokasi, Fiqri (20) menyebut kejadian bermula ketika ada mobil taksi listrik Green SM yang tertemper KRL di jalur kereta menuju Jakarta.

“Jadi dari lajur satu itu ada kecelakaan dulu taksi ijo kata sopirnya mogok. Tertabrak,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (28/4).

Sementara dari arah Jakarta menuju Cikarang sedang ada KRL yang menurunkan penumpang. Ia menyebut KRL itu diam di peron stasiun Bekasi Timur sambil menunggu proses evakuasi taksi listrik selesai dilakukan.

Tak lama berselang, Fiqri menyebut, di jalur rel yang sama terdapat Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dan langsung menghantam sisi belakang KRL.

Baca Juga  ASN Kembali Tersenyum! Gaji 13 Cair, Ini Besaran dan Jadwal Pencairannya

Saksi mata lainnya, mengaku sempat mendengar suara rem berdecit keras dari rumahnya. Juru parkir di sekitar Stasiun Bekasi Timur itu kemudian mendengar suara dentuman keras.

Awalnya, ia mengira suara tersebut akibat kereta api yang anjlok keluar rel. Akan tetapi setelah dicek suara dentuman itu akibat tabrakan yang terjadi antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di peron stasiun.

“Udah ngerem dia (KA Argo Bromo) tapi enggak keburu. Suaranya (ngeremnya) kedengeran pikiran saya keretanya anjlok, ternyata tabrakan,” tuturnya.

Ia menyebut suara benturan yang keras sontak membuat warga sekitar langsung ramai mendatangi lokasi. Di sana terlihat lokomotif KA Argo Bromo Anggrek telah merangsek ke dalam gerbong KRL.

Berdasar keterangan resmi Kementerian Perhubungan, insiden bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85.

Baca Juga  Tampil Memukau di Gebyar Ramadhan Padang, Anak Kelas 1 SD Ini Hafal Al Qur'an 30 Juz

Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.

Sebagai dampak peristiwa itu, petugas lalu memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.

Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.

Perusahaan taksi Green SM Indonesia merespons insiden yang diawali oleh kendaraannya yang mogok.

Dalam pernyataannya di Instagram @id.greensm, perusahaan taksi listrik tersebut menyatakan menaruh perhatian penuh dan mendukung proses di kepolisian.

“Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang, serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung,” demikian pernyataan resmi Green SM Indonesia. (*/002)