PADANG, KabaTerkini.com – Arus transportasi Jalan Bypass Kota Padang terputus tak bisa dilewati kendaraan akibat tingginya banjir di kawasan Aie Pacah, Senin (03/08/26) sore.
Tak hanya debit air yang tinggi, namun juga deras tepatnya di depan kampus Universitas Baiturahmah hingga Rumah Sakit Siti Rahmah. Baik pengendara sepeda motor maupun mobil tak ada yang berani melewati jalur lintas utama Kota Padang itu.
Selain kawasan Aie Pacah, banjir parah juga terjadi di Guo dan Kampung Lalang Kuranji. Kawasan yang dihantam galodo November tahun lalu itu kembali dihantam banjir.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Ilham Wahab mengatakan, curah hujan tinggi yang terjadi Senin siang itu menyebabkan sejumlah sungai di beberapa daerah di Sumbar meluap.
Dia menututurkan, titik lokasi bencana banjir bandang yang terjadi akhir tahun lalu merupakan kawasan rawan banjir.
Untuk itu, dia mengimbau masyarakat waspada.
“Prediksi cuaca BMKG tiga hari kedepan masih tinggi curah hujan. Untuk itu, kita imbau masyarakat terutama di lokasi rawan banjir agar meningkatkan kewaspadaan,” imbaunya.

Warga Guo Kuranji Dievakuasi
Sementara itu, BPBD Kota Padang mengevakuasi warga Guo Kampung Lalang, Kecamatan Kuranji.
Warga di kawasan yang dihantam galodo tahun lalu itu dievakuasi karena meluapnya sungai di kawasan tersebut.
Banjir melanda sejumlah kawasan di Kota, Senin (03/08/26). Tinggi air mulai setinggi lutut hingga pinggang dewasa.
Banjir yang dipicu curah hujan tinggi sejak Senin siang itu umumnya melanda kawasan perumahan dan perkantoran.
Dari informasi di grup WhatsAap Pusdalop BPBD Kota Padang, banjir mulai memasuki permukiman warga. Bahkan, aliran sungai meluap cukup deras.
Kawasan yang terdampak dalam video yang beredar di antaranya di kawasan Kampung Lapai, Kecamatan Nanggalo.
Selanjutnya banjir juga terjadi di kawasan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, kawasan perkantoran Aie Pacah dan komplek-komplek perumahan di Sungai Lareh. Kemudian, Kampung Tanjung, Kecamatan Kuranji.
Tidak hanya permukiman warga, kantor, rumah sakit hingga kampus di Aie Pacah juga terendam banjir. Dinas Pertanian Kota Padang ikut terdampak. Terlihat, genangan air memenuhi halaman kantor tersebut.
Ade Rahmad, salah seorang warga perumahan di Sungai Lareh menuturkan, saat ini rumahnya di kepung banjir setinggi pinggang dewasa.
“Kondisi rumah saya sekarang terendam banjir hingga setinggi lutut dewasa. Namun du komplek sekitar menuju tempat saya ini lebih tinggi lagi air sampai ke pinggang,” ujarnya.
Ade mengakui terpaksa jauh berjalan kaki menuju rumahnya, karena debit air yang tinggi tidak bisa dilewati kendaraan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi terkait dampak secara menyeluruh terkait banjir tersebut. Redaksi kabaterkini.com masih mengumpulkan data dan keterangan resmi dari BPBD Kota Padang. (*/001)












