PADANGPANJANG, KabaTerkini.com – Banjir bandang menerjang empat jorong di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Bencana tersebut menyebabkan belasan hektare lahan persawahan terdampak dan memaksa 15 kepala keluarga (KK) mengungsi.
Banjir dipicu meluapnya aliran Sungai Lubuak Lakuak setelah hujan deras mengguyur kawasan kaki Gunung Singgalang.
Tingginya debit air sungai membuat aliran meluber hingga memasuki kawasan permukiman dan lahan pertanian masyarakat.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tanah Datar, Sofyan Ali Azumara, mengatakan banjir terjadi ketika hujan deras mengguyur wilayah Nagari Pandai Sikek pada siang hari.
“Banjir terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, saat hujan deras melanda wilayah Pandai Sikek. Luapan berasal dari aliran Sungai Lubuak Lakuak,” ujarnya.
Berdasarkan pendataan sementara, banjir berdampak terhadap sekitar 15 hektare lahan persawahan milik masyarakat. Selain itu, sebanyak 20 unit kolam ikan dan 10 saluran irigasi pertanian juga terdampak akibat luapan air sungai tersebut.
Dampak banjir juga dirasakan warga yang bermukim di sekitar aliran sungai. Sebanyak 15 KK terpaksa meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri. Mereka sementara mengungsi ke surau atau mushala setempat serta rumah kerabat.
“Hingga Minggu sore, proses pemantauan dan pendataan dampak bencana masih berlangsung. Sofyan Ali Azumara bersama Camat X Koto dan Wali Nagari Pandai Sikek, Mas’ap Widiawan, Dt. Bandaro, turun langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir,” ungkapnya.
Sementara itu, di Jorong Koto Tinggi, petugas BPBD bersama aparat kepolisian masih melakukan upaya penanganan. Langkah yang dilakukan di antaranya pemompaan dan pengendalian debit aliran sungai untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan.
“BPBD bersama pemerintah kecamatan dan nagari juga terus memperbarui informasi mengenai kondisi di lapangan, termasuk mendata kerusakan serta kebutuhan masyarakat yang terdampak,” jelasnya. (*/002)












