JAKARTA, KabaTerkini.com – Keputusan Ashanty untuk mengenakan hijab menjadi salah satu perubahan besar dalam hidupnya. Di balik penampilan yang kini lebih tertutup, istri musisi Anang Hermansyah itu mengaku harus melalui proses yang tidak mudah, termasuk ketika memutuskan untuk tidak lagi mengenakan koleksi pakaian lamanya.
Ashanty bercerita bahwa salah satu hal yang paling berat setelah mantap berhijab adalah saat harus memilah isi lemari. Banyak pakaian yang sebelumnya ia koleksi masih dalam kondisi sangat baik, bahkan ada yang belum pernah dipakai dan masih memiliki label. Meski demikian, ia menyadari busana tersebut sudah tidak lagi sesuai dengan pilihan hidup yang kini dijalaninya.
Menurut Ashanty, keputusan itu sempat membuat hatinya bimbang. Sebagai seseorang yang menyukai dunia fashion, setiap pakaian yang dimilikinya memiliki cerita tersendiri. Tidak sedikit busana yang dibeli untuk acara tertentu atau karena desainnya yang disukai. Namun, ia akhirnya memilih mengesampingkan rasa sayang tersebut demi menjaga komitmennya berhijab.
Ia mengaku proses berhijab bukanlah keputusan yang muncul secara tiba-tiba. Ada perjalanan panjang yang dilalui hingga akhirnya merasa benar-benar siap. Karena itu, ketika keputusan tersebut sudah diambil, Ashanty ingin menjalaninya dengan sepenuh hati tanpa setengah-setengah.
Bagi ibu dua anak itu, berhijab bukan sekadar mengubah penampilan luar. Ia memandang hijab sebagai pengingat untuk terus memperbaiki diri, baik dalam sikap, perkataan, maupun ibadah. Oleh sebab itu, perubahan cara berpakaian menjadi salah satu bentuk komitmennya dalam menjalani proses tersebut.
Ashanty juga bersyukur karena mendapatkan dukungan dari keluarga. Kehadiran orang-orang terdekat membuatnya lebih mudah melewati masa adaptasi. Dukungan tersebut menjadi penyemangat agar dirinya tetap konsisten menjalani pilihan yang telah diambil.
Selain menyesuaikan gaya berpakaian, Ashanty kini mulai membangun koleksi busana baru yang sesuai dengan kebutuhannya sebagai perempuan berhijab. Ia mengaku menikmati proses mencari gaya berpakaian yang tetap nyaman, sopan, dan sesuai dengan kepribadiannya tanpa harus meninggalkan sisi elegan yang selama ini melekat pada dirinya.
Menurut Ashanty, setiap perubahan pasti memiliki tantangan. Namun, ia percaya bahwa sesuatu yang diawali dengan niat baik akan memberikan hasil yang baik pula. Rasa berat ketika harus melepaskan pakaian-pakaian lama perlahan berubah menjadi rasa syukur karena kini ia merasa lebih tenang dengan pilihan yang dijalaninya.
Ia pun berharap kisah yang dibagikannya dapat menjadi motivasi bagi siapa saja yang sedang berada dalam proses memperbaiki diri. Ashanty menegaskan bahwa setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda, sehingga tidak perlu membandingkan proses masing-masing.
Kini, ia memilih fokus menjalani kehidupannya dengan penuh rasa syukur. Meski masih terus belajar dan beradaptasi, Ashanty berharap dapat terus istiqamah mempertahankan komitmennya berhijab serta menjadikan perubahan tersebut sebagai langkah untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang. (*/002)












