Sastra

CERPEN: Arhan dan Teman-teman Peduli Sampah

×

CERPEN: Arhan dan Teman-teman Peduli Sampah

Sebarkan artikel ini

Oleh: Yhara Shanatul Fadhilla

Di sebuah desa hiduplah seorang anak bernama Arhan. Arhan terlahir sebagai anak terakhir. Arhan memiliki saudara satu dan Arhan hanya memiliki kakak. Arhan anak kelas delapan SMP. Arhan juga terkenal di sekolah karena ganteng, putih, dan juga tinggi. Arhan termasuk anak yang sedikit nakal karena sering kena marah oleh guru di sekolah. Namun, Arhan anak yang aktif di sekolah.

Suatu pagi yang cerah angin berbisik dan embun pagi yang sejuk. Ibu membangunkan Arhan untuk pergi ke sekolah, sesampainya di sekolah Arhan duduk dan meletakkan tas nya. Teman Arhan menghampiri Arhan yang sedang duduk termenung, ia bernama Gavin. Gavin bilang kepada Arhan bahwa kelas sebelah mengajak kelasnya tanding bola di taman.

Pada jam istirahat, Arhan menghampiri salah satu teman kelas sebelah untuk menanyakan apakah benar yang di bilang Gavin. Datanglah Fino cowok terganteng di kelas delapan empat. Bagi cewek- cewek di kelasnya Fino itu populer karena ke gantengannya dan banyak yang menyukainya, tidak kalah dengan Arhan yang juga populer di sekolah. Lalu, Fino menghampiri Arhan dan mengajaknya tanding bola bersama teman kelas Arhan. Arhan setuju dan mengajak anak kelas Fino tanding bola di taman, kebetulan di taman juga ada lapangan bola.

Bel pulang berbunyi, Arhan bergegas pulang makan dan ganti baju. Arhan akan tanding bola di jam empat sore karena sekarang masih pukul dua Arhan memutuskan tidur siang terlebih dahulu. Ibu membangunkan Arhan untuk shalat ashar dan sesudah shalat Arhan di panggil oleh teman temannya. Arhan izin kepada Ibu berangkat ke taman. Setelah sampai di taman Arhan banyak sekali melihat anak anak yang bermain di sana.

Di lapangan bola, tim Arhan melawan tim Fino. Mereka sangat bersemangat untuk tanding. Bola masuk pertama oleh tim Arhan. Bola Kedua gagal masuk gawang terkena tiang. Tim Fino juga berhasil memasukkan bola ke gawang tim Arhan. Waktu terus berlanjut, dan pertandingan di menangkan oleh tim Arhan.

Pertandingan sudah selesai dan mereka semua pulang karena pukul sudah menunjukkan jam enam sore. Arhan dan Gavin membeli minum. Setelah habis Arhan dan Gavin membuang sampahnya di bawah kursi yang mereka tempati untuk duduk. Ketika ingin beranjak Arhan melihat sekelilingnya banyak sekali sampah makanan termasuk sampah botol yang mereka minum barusan. Arhan tidak peduli dengan sampah yang di buangnya itu dan pulang begitu saja ke rumah. Setiap bermain di taman Arhan dan teman teman selalu membuang sampah sembarangan.

Arhan berpikir bahwa ada petugas kebersihan yang akan membersihkan taman. jadi, dia tidak peduli dengan sampah yang di buangnya. Menurutnya itu hal yang dianggap biasa saja. Namun, bagi sampah yang merasakan itu adalah perbuatan jahat.Hingga seminggu Arhan terus membuang sampah di bawah kursi taman.

Baca Juga  Di Depan Tumpukan Uang Sitaan Rp13,2 Triliun, Prabowo Ingatkan Aparat Tak Cari-cari Kesalahan Rakyat Kecil: Itu Jahat!

Ketika Arhan ke taman untuk bermain bola lagi. Dia terkejut bahwa Taman sangat kotor layaknya tong sampah yang sangat bau. Arhan bertanya dalam hatinya “kenapa petugas tidak membersihkan sampah ini?” batin Arhan. Mungkin saja petugas hanya libur sementara itu yang dikatakan Arhan. Dia tidak peduli dan lanjut bermain bola tanpa mempedulikan sampah itu.

Tiga hari berturut- turut Arhan bermain di taman namun, keadaan taman semakin kotor. Sampah di mana- mana, rumput yang kotor, dan taman sangat bau. Arhan yang melihat itu sangat terkejut betapa kotornya taman. Teman teman Arhan juga terkejut melihat taman yang kotor. Gavin mengajak Arhan, fino, dan teman teman membersihkan taman. Arhan tidak memperdulikannya dan mengajak bermain bola di tempat lain. “Lagian itu juga bukan tugas kita” jawab Arhan kepada Gavin.

Gavin yang mendengarnya sangat geram. Apa mungkin taman seperti itumembuatnya nyaman bermain. Gavin pun kesal dan sempat berdebat dengan Arhan. Gavin memutuskan untuk pulang saja. Arhan yang melihat itu tidak memperdulikannya.

Di rumah, Arhan masih teringat dengan omongan dan sampah yang banyak sekali di taman. Makan malam pun berlangsung Ayah, Ibu, dan Arhan menikmati makan malamnya. Sebelum tidur Arhan tidak lupa mencuci mukanya. Arhan pun tidur dengan perasaan yang bersalah dan aneh. Entah kenapa perasaan Arhan tiba tiba berubah. Ketika tengah malam Arhan bermimpi dengan sampah sampah yang ada di taman.
“Hei Arhan!, kenapa kamu tidak mau membuang ku ke tempatnya dan mengapa kamu membuang ku begitu saja?” kata sampah

“Aku… aku tidak mengerti apa yang kamu maksud?” jawab Arhan dengan takut
“Kamu membuang ku tidak pada tempatnya dan tidak mau membersihkan ku.

Bagaimana jika ada banjir, rumah mu terkena hanya gara gara kamu membuang aku sembarangan, kamu kelaparan dan tempat tinggal mu hancur!!” kata sampah
“Tidak aku saja membuang mu kenapa aku yang kamu salahkan?” kata Arhan kepada sampah.

“Karena kamu juga termasuk orang yang jahat aku pastikan jika kamu selalu begini dampaknya akan kamu rasakan dengan sendirinya, jangan sampai menyesal ya!!” Kata sampah kepada arhan dengan sangat marah.

Seketika Arhan  terbangun dari mimpinya.Dia sangat takut apa yang di bilang sampah itu. Lalu, Arhan berpikir bahwa apa yang harus dilakukannya? Dia bingung. Jika tidak dia pikirkan sampah sampah itu akan terus menghantuinya dan yang di bilang sampah itu membuatnya gelisah. Arhan harus bertindak dengan bantuan teman temannya. Arhan terus berpikir keras hingga jam pukul satu malam.

Baca Juga  CERPEN: Kutukan Boneka Kayu di Kerajaan Mariposa

Arhan memiliki ide yang cemerlang. Dia akan mengajak teman temannya untuk bergotong royong membersihkan taman sore nanti. Tapi Arhan juga berpikir apakah mau teman temannya. Hingga pagi Arhan tidak bisa tenang untuk tidur. Dia masih memikirkannya. Pagi nya Arhan datang ke sekolah dengan terburu-buru karena dia tidak sabar apa reaksi teman – temannya.

Arhan telah sampai di kelas dan dia menceritakan semuanya kepada teman – temannya. Dan juga menceritakan  kepada Fino dan teman temannya. Mereka sangat kaget mendengarkannya antara percaya atau tidak. Namun, Arhan bercerita sangat serius dan juga gemetar menggingatnya. Fino percaya apa yang di katakan Arhan karena dia melihat di taman kemarin juga sangat banyak sampah. Mereka semua menyetujui dan sore nanti akan bergotong royong.

Sebelum itu mereka akan membagi tugas ada yang membawa sapu, sekop, garpu memotong rumput, dan  lainnya yang mereka perlukan. Tidak lupa juga mereka akan membuat poster tentang menjaga bumi yaitu membuang sampah pada tempatnya. Arhan dan Fino bertugas untuk mencetak poster. Mereka semua telah sampai di taman. Arhan, Fino, Gavin, dan Dafa bertugas memilah sampah. Teman teman yang lain mengumpulkan  dan membersihkan area taman.

Tidak terasa mereka semua telah siap membersihkan semua area taman. Rasannya lega melihat taman yang begitu bersih dan menyegarkan. Angin sore menyapa lelahnya raga mereka setalah bekerja. Gavin dan Fino merasa bangga pada Arhan yang mengajak mereka melakukan kegiatan yang bermanfaat dan berguna bagi semua orang.

Di sore itu mereka melihat anak anak yang ramai datang dan bermain di sana. Berkat kerja keras mereka, mereka bisa memberi kabahagiaan kepada semua orang. Malam tiba, Arhan sangat tenang tidur tanpa di ganggu lagi. Perasaannya lega dan dia menyadari betapa pentingnya sampah. Jika kita melakukan kesalahan sedikit akan berdampak buruk.

Sorenya mereka kembali bermain dan melihat petugas kebersihan yang datang ke taman. Petugas pun senang melihat taman yang bersih, harum, dan menyegarkan. Mereka pun yang melihat itu sangat senang karena yang mereka lakukan membuat semua orang bahagia. Mereka kembali bermain bola seperti biasa tidak lupa mereka juga melakukan daur ulang sampah di rumah Gavin dan dibantu juga oleh orang tua Gavin. Mereka tidak pernah membuang sampah sembarangan lagi dan begitu lah kegiatan mereka sehari hari. *

BIODATA PENULIS

Nama             : Yhara Shanatul Fadhilla
Kelas              : Vlll.4
Asal sekolah : SMP Negeri 2 Bukittinggi
Hobi               : Menulis dan Membaca