PESISIRSELATAN, KabaTerkini.com – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, berhasil memperjuangkan usulan pendanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) senilai lebih dari Rp103 miliar.
Dana tersebut diusulkan untuk meremajakan perkebunan kelapa sawit milik masyarakat dengan luas mencapai 1.723,7658 hektare.
Program yang diajukan melalui skema tahun 2025 dan 2026 itu diharapkan menjadi solusi bagi petani yang memiliki tanaman kelapa sawit berusia tua dan mengalami penurunan produktivitas.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, Lasmiyati, mengatakan bahwa program PSR terbuka bagi seluruh pekebun kelapa sawit di daerah tersebut.
Setiap petani memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), selama memenuhi persyaratan administrasi dan teknis yang telah ditetapkan.
Proses pengusulan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) terbuka bagi seluruh petani kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya untuk memberikan kesempatan yang sama dalam memperoleh dukungan pendanaan dari BPDP.
“Tentu, pengusulan tersebut harus memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan teknis yang telah ditetapkan,” ungkapnya, Sabtu (7/11/2026).
Dalam skema pendanaan tersebut, setiap hektare lahan mendapatkan dukungan sebesar Rp60 juta. Dengan total luas lahan yang diusulkan mencapai 1.723,7658 hektare, nilai pendanaan yang diperjuangkan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mencapai lebih dari Rp103 miliar.
Berdasarkan data pengajuan, pada 2025 usulan peremajaan sawit mencakup lahan seluas 579,271 hektare. Sementara itu, pada 2026 luas lahan yang diusulkan meningkat menjadi 1.144,4948 hektare.
Secara keseluruhan, usulan tersebut melibatkan 17 kelompok tani dan kelembagaan pekebun dengan total luas lahan lebih dari 1.723 hektare.
Lasmiyati menyebutkan, besarnya pendanaan yang diperjuangkan tersebut merupakan hasil komunikasi dan koordinasi intensif Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dengan BPDP selama dua tahun terakhir.
“Berharap peremajaan tanaman kelapa sawit milik masyarakat dapat meningkatkan produktivitas perkebunan sekaligus mendukung kesejahteraan petani di Kabupaten Dharmasraya,” pungkasnya.(*)












