PadangPeristiwa

Ngeri! Ternyata Ada 4 Bom Rakitan yang Siap Diledakan di Gedung MAN 3 Padang

×

Ngeri! Ternyata Ada 4 Bom Rakitan yang Siap Diledakan di Gedung MAN 3 Padang

Sebarkan artikel ini

PADANG, KabaTerkini.com – Bukan hanya satu, ternyata ada empat bom rakitan yang siap diledakan di Gedung MAN 3 Padang.

Polisi mengatakan ada empat bom yang disiapkan siswa berinisial R untuk membalas perlakuan bullying yang diterimanya di sekolahnya itu. Dari empat bom tersebut, baru satu yang meledak.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Susmelawati Rosya mengatakan, tiga bom lainnya belum sempat diledakkan. Tim penjinak bom Brimobda Polda Sumbar telah melakukan disposal terhadap sisa bahan peledak tersebut.

“Berdasarkan hasil koordinasi dengan Brimob, ada satu bom rakitan yang telah meledak dan tiga bom rakitan lainnya yang belum sempat diledakkan. Jadi satu yang sudah meledak di MAN 3, dan ada tiga lagi yang belum meledak,” katanya, Kamis (16/07/26)

Baca Juga  Guru Sang Arsitek Masa Depan Bangsa

Susmelawati merinci empat bom rakitan itu dengan pola dan kekuatan yang berbeda-beda.

Susmelawati menyebut hingga kini penyidik telah memeriksa tujuh orang saksi, terdiri dari sejumlah guru, petugas keamanan sekolah, pelaku, serta pihak lain yang mengetahui kejadian tersebut.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap kronologi, motif, hingga cara pelaku merakit bom tersebut.

“Pemeriksaan masih berputar pada penyebab pelaku melakukan perbuatan tersebut dan bagaimana cara dia membuat bom rakitan itu,” ujarnya.

Selain melakukan pendalaman atas kasusnya, kata Susmelawati, fokus utama kepolisian saat ini juga diarahkan kepada pemulihan psikologis pelaku.

Baca Juga  Masyarakat Padang Nilai Pelayanan Pemerintah Kota "Sangat Baik", Kecuali Pariwisata Masih Buruk

Menurutnya, siswa berinisial R yang menjadi terduga pelaku mengalami tekanan mental yang cukup berat akibat dugaan perundungan yang dialaminya.

“Fokus kita saat ini melakukan rehabilitasi terhadap anak tersebut dan memberikan pendampingan. Walaupun dia pelaku, dia juga syok dengan kejadian ini. Dia juga korban karena tertekan secara psikologis akibat dugaan bullying,” katanya. (*/002)