EkonomiLifestyleTeknologiTerkini

TIPS: Cara Pintar Beli HP Bekas, Spesifikasi Tinggi Harga Miring!!

×

TIPS: Cara Pintar Beli HP Bekas, Spesifikasi Tinggi Harga Miring!!

Sebarkan artikel ini

KABATerkini.com – Penjualan Handphone (HP) tipe smartphone/android terus meningkat.

Selain teknologi smartphone yang makin canggih, harganya pun terjangkau karena begitu banyak merk yang tersebar di pasaran.

Meski HP baru mudah dan terjangkau, ternyata HP/smartphone bekas (second) juga berhasil mencuri perhatian. Salah satu hal yang paling menarik yaitu harganya sangat-sangat murah.

Nah, agar kamu tidak tertipu HP murahan dengan harga murah, berikuti trik jitu membeli HP bekas. Kamu bisa dapat HP smartphone spesifikasi tinggi dengan harga miring.

Tapi biar Nggak “kegocek” atau dapat unit yang banyak minusnya, pastikan kamu ikuti checklist pengecekan berikut:

1. Pengecekan IMEI & Jaringan (Paling Krusial). Status IMEI: Tekan *#06# pada tombol panggilan untuk melihat nomor IMEI. Pastikan nomor ini cocok dengan yang ada di dus HP (jika fullset).

Cek Terdaftar di Kemenperin/Bea Cukai:

Cek situs www.imei.kemenperin.go.id. Jika IMEI terblokir, HP tidak bisa menggunakan kartu SIM Indonesia.

Tes Kartu SIM Langsung:

Masukkan kartu SIM-mu ke HP tersebut, lalu tes jaringan 4G/5G, panggilan suara, dan SMS.

2. Fisik & Indikasi Pernah Dibongkar Kondisi Layar & Bodi:

Perhatikan benturan/penyok di sudut bodi (indikasi pernah jatuh keras).

Baca Juga  Barefoot Running Padang Pariaman Sukses! Kampung Nelayan dan Keindahan Pantai Katapiang Jadi Sorotan

Presisi Layar dan Baut:

Cek apakah ada bekas congkelan di pinggir layar atau baut di bagian bawah HP yang sudah aus/lecet (tanda pernah dibongkar/diservis).

Lensa Kamera:

Pastikan tidak ada debu masuk di dalam kaca kamera atau embun.

3. Pengecekan Layar (Display)
Cek Shadow / Burn-in:

Pada layar AMOLED, buka gambar polos warna putih/abu-abu dengan kecerahan maksimal. Pastikan tidak ada bayangan aplikasi (seperti keyboard atau icon TikTok) yang berbekas.

Dead Pixel:

Gunakan gambar warna merah, hijau, dan biru polos untuk mencari titik mati (hitam/putih).

Respon Touchscreen:

Seret salah satu ikon aplikasi ke seluruh sudut layar untuk memastikan tidak ada area yang ‘lepas’ atau tidak merespons sentuhan.

4. Pengujian Fitur Menggunakan Kode Diagnosis Sebagian besar merk HP punya menu rahasia untuk tes fungsi komponen internal:

Samsung: Tekan *#0*# di menu panggilan.

Xiaomi: Buka Pengaturan > Tentang Ponsel > ketuk Versi Kernel beberapa kali.

Oppo/Realme/Vivo: Bisa melalui aplikasi Phone Manager / Manager bawaan untuk fitur Diagnostic Test.
> Yang Wajib Dites di Menu Ini:
> Vibration (getar)
> Speaker atas (telepon) & speaker bawah (musik)
> Sensor (Proximity, Gyroscope, Accelerometer)
> Biometrik (Fingerprint & Face ID)

Baca Juga  Peran Krusial Dapur Umum Posko Galodo Tanah Datar, Setiap Hari Produksi 10.000 Bungkus Nasi

5. Baterai & Suhu
Kesehatan Baterai (Battery Health):

Di iPhone bisa langsung dicek via Settings.

Di Android, kamu bisa lihat apakah persen baterai turun drastis secara tidak wajar saat dipakai mencoba fitur.

Pengisian Daya (Charging):

Colokkan charger dan pastikan port-nya tidak kendor serta daya terisi normal (cek apakah fitur Fast Charging muncul jika ada).

6. Kelengkapan, Akun, & Transaksi Logout Semua Akun:

Pastikan akun iCloud (jika iPhone), Google Account, atau akun khusus merk (seperti Mi Account) sudah di-logout total dan HP sudah di-reset di depanmu.

Aksesori Original/OEM:

Periksa charger bawaan dan dus. HP Fullset original umumnya lebih aman dibanding unit batangan (HP saja).

Sistem Pembayaran/Transaksi:

COD (Cash on Delivery):

Sangat disarankan agar bisa cek unit sepuasnya. Pilih tempat ramai dan terang.

Rekber (Rekening Bersama):

Jika beli secara online, selalu gunakan e-commerce resmi dan buat video unboxing tanpa jeda saat barang sampai.

Garansi Toko:

Minta garansi personal dari penjual (minimal 3–7 hari) untuk mengantisipasi masalah yang baru muncul kemudian.

Semoga bermanfaat terima kasih.

(*/002)