Kepengurusan baru yang berjumlah 210 orang tersebut terdiri atas jajaran Mustasyar, A’wan, Syuriyah, dan Tanfidziyah dengan sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang
“Mulai besok pagi kita mulai berkhidmah,” ujar Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Kikin A. Hakim (Gus Kikin) dalam sambutannya usai mengumumkan tersebut.
Susunan Pengurus PBNU yang baru ini dibacakan oleh Katib Aam PBNU, Prof Mohammad Nuh. Dalam susunan tersebut, KH Miftachul Akhyar kembali dipercaya sebagai Rais Aam PBNU. Ia didampingi sejumlah Wakil Rais Aam, yakni KH Nurul Huda Jazuli, KH Anwar Iskandar, KH Afifuddin Muhajir, KH Muhammad Musthofa Aqiel Sirodj, dan KH Bahauddin Nur Salim.
“Wakil Rais KH Baharuddin Nur Salim yang lebih dikenal Gus Baha,” ujar Prof Nuh.
Jajaran Syuriyah juga diisi sejumlah tokoh, antara lain Prof Dr KH Nasaruddin Umar, KH Muhammad Cholil Nafis, Prof Dr KH Asrorun Ni’am Sholeh, KH Abdul Moqsith Ghazali, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, serta sejumlah ulama lainnya. Sementara posisi Katib Aam dipercayakan kepada Prof Dr Ir KH Mohammad Nuh, DEA.
Untuk jajaran Tanfidziyah, KH Kikin A. Hakim ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031. Ia didampingi enam Wakil Ketua Umum, yakni Saifullah Yusuf, KH Muhammad Faiz Syukron, Prof H Ganefri, Muhammad Lukman Edy, KH Abdul Ghoffar Rozin, serta Irfan Asy’ari Sudirman Wahid.
Posisi Sekretaris Jenderal PBNU dipercayakan kepada H Gudfan Arif, S.IP. Ia akan dibantu jajaran Wakil Sekretaris Jenderal yang terdiri atas sejumlah tokoh, antara lain Nur Hidayat, M Silahuddin, S Suleman Tanjung, A Syarif Munawi, Lukman Khakim, KH Muhyidin Thohir, hingga Moh Arwani Thomafi.
Sedangkan Bendahara Umum PBNU dipercayakan kepada Prof Ainun Ni’am. Ia didampingi H. Agus Rofiudin, Kawendra Lukistian, H. Dimas Wibowo, H. Faisal Ali Hasyim, H. Rahmat Hidayat, Aris Ariyanto, dan TGH Ibnu Halil
Sementara itu, jajaran Ketua PBNU diisi sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang. Di antaranya KH Hasib Wahab Chasbullah, KH Ma’shum Faqih, Prof Dr KH Moh Mukri, Prof Dr H Nizar Ali, H Umarsyah, H Ahmad Rafiuddin, Dr H Puji Raharjo, Prof Dr KH Noor Achmad, hingga Dr KH Basnang Said.
Struktur tersebut juga memuat nama Abdullah Azwar Anas, Kacung Marijan, Iskandar Zulkarnaen, Teguh Dartanto, dan sejumlah tokoh lainnya sebagai jajaran Ketua PBNU. Susunan ini memperlihatkan komposisi kepengurusan yang mencakup unsur ulama, akademisi, profesional, birokrat, serta tokoh masyarakat.
Pada jajaran Mustasyar, PBNU periode 2026-2031 menempatkan sejumlah tokoh senior, antara lain KH Ahmad Mustofa Bisri, Prof Dr KH Ma’ruf Amin, HM Jusuf Kalla, KH Anwar Manshur, Prof Dr KH Said Aqil Siroj, Nyai Hj Shinta Nuriyah A Wahid, Prof Dr Moh Mahfud MD, KH Muhtadi Dimyati, serta sejumlah ulama dan tokoh lainnya.
Adapun jajaran A’wan diisi sejumlah tokoh, di antaranya Prof Dr TGH Masnun Tahir, Khofifah Indar Parawansa, H Nusron Wahid, H Masduki Baidlowi, H Herman Deru, H Agustiar Sabran, hingga sejumlah ulama dan akademisi lainnya.
Dengan ditetapkannya susunan tersebut, kepengurusan PBNU periode 2026-2031 mencakup struktur Syuriyah sebagai unsur ulama dan Tanfidziyah sebagai unsur pelaksana organisasi, dengan dukungan Mustasyar dan A’wan. (*/002)












